Friday, September 05, 2003

Menghadapi kata-kata pedas dari 'rekan sekerja' yang kita hormati dan semestinya semua perkataannya itu membimbing dan menjadi acuan kita lebih maju, berkembang ataupun mendewasa, ternyata tak mudah... *hiks* yang teringat hanya lagu ini..

You alone are holy
You alone are worthy
Only You alone deserve my praise

so I come before You
I honour and adore You
You alone are worthy of my praise

Only You alone

Lord I praise You
with everything in me
Lord I praise You
with honour I will sing...


Hanya dengan senyum ramah dan kebesaran hati segala hal buruk akan berlalu dari hadapan kita, walaupun kita tau bagaimana rasanya... ya tetap saja menyesakkan dada. Tapi ga ada salahnya mencoba. Kalau gagal, ya mencoba lagi... sekali lagi... terus mencoba. Toh tetap hidup *meringis* ..ga akan mati koq. Dijamin!! *hiks*

Thursday, September 04, 2003

Saya belajar bahwa saya tidak dapat memaksa orang lain mencintai saya. Saya hanya dapat melakukan sesuatu untuk yang saya cintai..
Saya belajar bahwa butuh waktu bertahun-tahun untuk membangun kepercayaan dan hanya beberapa detik saja untuk menghancurkannya....
Saya belajar bahwa sahabat terbaik bersama saya dapat melakukan banyak hal dan kami selalu memiliki waktu terbaik...
Saya belajar bahwa orang yang saya kira adalah orang yang jahat, justru adalah orang yang membangkitkan semangat hidup saya kembali serta orang yang begitu perhatian pada saya...
Saya belajar bahwa persahabatan sejati senantiasa bertumbuh walau dipisahkan oleh jarak yang jauh, beberapa diantaranya melahirkan cinta sejati....
Saya belajar bahwa jika seseorang tidak menunjukkan perhatian seperti yang saya inginkan, bukan berarti bahwa dia tidak mencintai saya....
Saya belajar bahwa sebaik-baiknya pasangan itu, mereka pasti pernah melukai perasaan saya....dan untuk itu saya harus memaafkannya...
Saya belajar bahwa saya harus belajar mengampuni diri sendiri dan orang lain, kalau tidak mau dikuasai perasaan bersalah terus-menerus...
Saya belajar bahwa lingkungan dapat mempengaruhi pribadi saya, tapi saya harus bertanggung jawab untuk apa yang saya telah lakukan..
Saya belajar bahwa dua manusia dapat melihat sebuah benda, tapi kadang dari sudut pandang yang berbeda...
Saya belajar bahwa tidaklah penting apa yang saya miliki tapi yang penting adalah siapa saya ini sebenarnya...
Saya belajar bahwa tidak ada yang instant atau serba cepat di dunia ini, semua butuh proses dan pertumbuhan, kecuali saya ingin sakit hati...
Saya belajar bahwa saya harus memilih apakah menguasai sikap dan emosi atau sikap dan emosi itu yang menguasi diri saya...
Saya belajar bahwa saya punya hak untuk marah, tetapi itu bukan berarti saya harus benci dan berlaku bengis....
Saya belajar bahwa kata-kata manis tanpa tindakan adalah saat perpisahan dengan orang yang saya cintai...
Saya belajar bahwa orang-orang yang saya kasihi justru sering diambil segera dari kehidupan saya...

Tuesday, September 02, 2003

Apakah CINTA itu...?

Apakah telapak tanganmu berkeringat,hatimu berdebarkencang,dan suaramu tersekat dalam dadamu? Itu bukan cinta, tu suka...
Apakah tidak dapat melepaskan pandangan atau tangan darinya? Itu bukan cinta, itu nafsu.
Apakah anda bangga,dan ingin sekali memperlihatkan pada org lain? Itu bukan cinta, itu keberuntungan.
Apakah anda mencintainya karena itulah yang di inginkan setiap orang? Itu bukan cinta, itu loyalitas.
Apakah anda menginginkannya karena anda tahu dia ada disana? Itu bukan cinta, itu kesepian.
Apakah anda akan tetap tinggal untuk pengakuan cintanya, karena anda tidak melukainya? Itu bukan cinta, itu belas kasihan.
Apakah anda ada disana karena dia mencium mu atau memegang tangan mu? Itu bukan cinta, itu kurang percaya diri.
Apakah anda menjadi miliknya karena pandangan nya membuat hatimu melompat? Itu bukan cinta, itu tergila-gila.
Apakah anda memaafkan kesalahnnya karena anda memperdulikannya? Itu bukan cinta, itu persahabatan.
Apakah anda mengatakan padanya bahwa setiap hari hanya dia yang anda pikirkan? Itu bukan cinta, itu dusta.
Apakah anda rela memberikan seluruh hal-hal yang anda senangi untuk kepentingannya? Itu bukan cinta, itu kemurahan hati.
Apakah anda tetap bertahan karena campuran antara kesakitan dan sukacita; yang membutakan dan tak terpahami, menarikmu mendekat dan menahan mu? Jika demikian itulah cinta.
Apakah anda menerima kesalahannya karena itu adalah bagian dari dirinya dan siapa dirinya? Jika demikian itulah cinta.
Apakah anda tertarik pada orang lain tetapi tetap setia dengannya tanpa penyesalan? Jika demikian itulah cinta.
Apakah anda mau memberikan padanya hatimu,hidupmu,dan kematian mu? Jika demikian itulah cinta.
Apakah hatimu sakit dan hancur ketika dia bersedih? Jika demikian itulah cinta.
Aapakah anda menangis karena kesakitannya walaupun saat itu dia kuat? Jika demikian itulah cinta.
Apakah matanya melihat hatimu yg sesungguhnya, dan menyentuh jiwamu begitu dalam hingga terasa menusuk? Jika demikian itulah cinta.
Sekarang jika cinta begitu menyakitkan dan menyiksa luka, mengapa kita mencintai?
Mengapa hanya itu yang kita cari seumur hidup kita?
Kesakitan ini, kesengsaraan ini... mengapa itu semua kita ingini dan dambakan?
Siksaan ini, kematian luar biasa dari ego seseorang ini... mengapa? Karena itulah cinta!

Ayo coba jawab, ngeliat pertanyaannya aja udah ribet gitu, gimana mo jawab?? hehe *pusiiiing*

Yang lebih menyenangkan adalah menjawab keluh kesah sahabat jauh: "Doain gue yahh biar bisa hidup bener...".
Dia bilang "Gue lagi sedih, hari ini ndak lulus ujian lagi :(... Padahal aku udah janji ga akan begitu lagi. Tapi hari ini untuk kedua kalinya aku lakukan..." *wow...* "Gue iri liat kamu... sementara gue trus miskin dalam kekristenan gue," katanya lagi, "Gue paling takut kalo Tuhan ambil rohNya, trus gue ndak rasa apa2 lagi. Gue kejar semua KKR dan ibadah demi kebahagiaan yang gue rasa di rumah Tuhan"
Ah hanya karena 1 (baca:s-a-t-u) kesalahan berakar dari kebodohan manusia, penyesalan terhadap YANG AGUNG DAN MULIA jadi dakwaan tak putus-putusnya.... *What a Life!*